Thursday, 19 February 2009

++ Patah Hati ++

Ya, aku patah hati. Aku tidak bisa memiliki apa yang hatiku inginkan. Aku hanya bisa memandanginya, tanpa bisa memilikinya. Dengan hati yang hancur berkeping-keping, aku mengucapkan selamat tinggal kepada... sebuah gaun putih cantik yang tidak bisa aku beli.

Mungkin kalian berpikir aku terlalu berlebihan, tetapi aku jamin, sebagian besar wanita pasti akan tergiur jika melihat sebuah gaun yang sangat indah dengan harga yang cukup terjangkau. Nah, sore ini gairahku seakan meletup-letup bagaikan gunung Merapi yang sedang dijaga oleh Mbah Marijan (semoga saja aku tidak terlalu berlebihan dengan penggunaan majas simile-ku hahaha) ketika aku melihat gaun putih cantik yang dipajang di sebuah butik. Saat itulah aku percaya akan cinta pada pandangan pertama, karena aku tidak bisa melepaskan pandanganku terhadap gaun itu. Segalanya terlihat sempurna, kecuali satu: gaun itu adalah gaun pernikahan huhuhuhuhu.

Tapi sumpah, rancangannya indah sekali. Gaun itu berbentuk halter neck yang kemudian menyilang di bagian punggung, talinya berhiaskan mutiara-mutiara kecil berkilauan. Di bagian dada terlihat bordiran bunga-bunga indah, bagian bawahnya rok mekar yang menjuntai sampai ke bawah dan dihiasi oleh pita-pita kecil yang terbuat dari sutra. Ah, pokoknya aku tidak bisa mengungkapkan betapa indahnya gaun pernikahan itu huhuhu. Gaun itu, jika diubah ke mata uang Rupiah, seharga sekitar Rp. 750. 000 (setidaknya lebih murah daripada kebaya yang paling sedikit berharga Rp. 2 Juta). Yang membuatku lebih sedih lagi, gaun itu ukuranku T.T. Kalau saja tidak ada Mamaku di situ, mungkin aku akan langsung membeli gaun itu walaupun tidak jelas kapan aku akan mengenakan gaun tersebut (buat koleksi, mungkin?). Mamaku mengatakan bahwa membeli baju pernikahan sebelum waktunya bisa membawa kesialan/menjadikan seorang wanita perawan tua (memang ada takhayul seperti itu, yah?). Jadinya aku hanya bisa menghabiskan waktuku memandangi dan membelai-belai gaun yang tidak bisa menjadi milikku. Ah, benar-benar kasih tak sampai hiks hiks hiks....

Sampai detik ini aku masih terbayang-bayang akan gaun tersebut. Semestinya akau tadi menyempatkan diri mencoba gaun itu, setidaknya untuk memuaskan hati hiks hiks... Mungkin besok aku akan ke butik itu lagi, semoga belum ada yang membeli gaun tersebut *berdoa*

Entah apa tujuan dari blog ini. Mungkin aku hanya ingin menumpahkan rasa frustrasiku karena tidak bisa memiliki gaun putih tersebut T.T

4 comments:

  1. cantik2 kok patah hati,,,
    eman-eman tenan

    ReplyDelete
  2. foto2 di atas bagus bangeeet!! keren.. sumpah! kamu yg edit ya?? .. fotographernya pasti keren juga... aduuuhh.. aku mau deh foto2 aku maen piano! haha

    ReplyDelete
  3. kok nggak pernah diupdate lagiiii??

    ReplyDelete
  4. Pengalaman menarik dan penuh makna:)

    ReplyDelete